Jumat, 29 Januari 2016

...mozaik perahu kayu...

...entah dari mana aku harus memulai, seperti ada sebuah tekanan di bagian dadaku...mungkin rasa lelah atau mungkin sebuah rasa lain yang harus aku pertanyakan pada diriku sendiri.
...ada rasa dimana aku benar benar ingin menangis, ketika aku mencoba mengenang sebuah susunan mozaik hidup yang telah aku temukan, bahkan tak jelas akan menjadi gambar apa...
...diotakku berputar bahkan berebut tempat susunan kata yang ingin keluar untuk aku curahkan disini, seperti tentang cinta yang tak kunjung jelas, tentang hidup yang samar dan tak nampak, tentang segala perasaan yang begitu besar, bahkan mimpipun enggan tak peduli pada perebutan itu...mimpi tentang orang asing, sorebone, musim dingin, semi, gugur...bahkan ketika aku tak tahu akan dengan siapa aku melalui semua itu masih samar dalam hidupku...
...lagi – lagi itulah hidup kawan, tidak akan pernah ada yang merasa puas, dan aku akan tetap haus, haus, haus dan haus...
...aku haus pada jilatan-jilatan apik para fropesor, aku haus pada rangkaian-rangkaian cerdik para guru besar yang terangkum indah, aku haus pada berjuta – juta mimpi yang kadang berlari gesit untuk menghindar ketika aku akan menangkapnya, dan aku haus pada pengalaman dalam menemukan mozaik kehidupan...
...berkumpulah mimpi, bersiaplah berlari karena aku akan siap mengejar lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat dari gerakanmu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

...mari saling berbagi, dan mengkoreksi...