Kamis, 15 Maret 2012

exploration yogyakarta


beberapa hari yang lalu saya beserta "dia" pergi ke Yogyakarta, kita liburan disana sekitar 3 hari 2 malam. menikmati malam disepanjang jalan Malioboro, wisata kuliner di sekitarnya, atau hanya sekedar nongkrong di depan hotel Inna Garuda adalah sebuah rutinitas yang mengasikan...
hhhmmm...72 jam menikmati indahnya kota Yogyakarta bagaikan menghabiskan 5 menit dalam 1 jam...
kurang rasanya untuk dapat menikmati Yogyakarta dalam waktu 72 jam. Keindahan Taman Sari atau misteri dibalik dua buang beringin di tengah alun-alun Yogyakarta, adalah sebagian kecil dari sebuah perjalanan kali ini.
Yogyakarta bukanlah satu-satunya royal city yang ada di negeri yang amat subur ini, tetapi hanya Yogyakarta-lah yang sampai sekarang mampu berdiri sebagai the royal city-nya Indonesia.
Berbicara tentang keraton, sepertinya hanya Keraton Ngayogyakarto Hadiningratlah yang sampai detik ini mampu menjaga pakem-pakem keraton, apalagi para abdi dalemnya, beeuuhhhh...jangan ditanya seberapa nurutnya mereka pada aturan Sri Sultan. Salut deh buat para abdi dalem Keraton!!!
Bahkan gaungnya telah tembus skala internasional. Keunikan budaya keraton yang dimilikinya mampu membius para wisatawan untuk kembali datang dan datang ke Yogyakarta.
Tidak sampai disini saja, Taman Sari yang merupakan taman airnya Sri Sultan juga tidak kalah uniknya, dulu para selir raja biasa menghabiskan waktu di taman air ini, Selain tempat mandinya Sri Sultan konon Taman air ini adalah tempat pertemuan antara Sri Sultan dengan Penguasa pantai selatan, mistis yang beredar seperti itu, yang jelas sebagian besar dari bagian Taman Air ini sudah menjadi perkampungan masyarakat, maka dari itu wisata ke Taman sari adalah wisata ke perkampungan yang di namakan Kampung Taman. Taman air Taman Sari memilki corak wisatanya sendiri dan memilki keunikannya sendiri, ada masjid tanah di sekitar komplek taman air ini dan inilah sisi lain dari keunikannya.
Dan anehnya mereka datang tidak hanya untuk menikmati indahnya Keraton, uniknya Taman sari atau suasana malam di Malioboro, mereka datang untuk menikmati Gudeg yang di jual di lesehan ketika malam, bakpia Pathok, atau es Dawet yang sebenarnya bisa mereka dapatkan di kota lain selain Ygyakarta, itulah hebatnya kota ini.

believe it or not, should you come to this city!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

...mari saling berbagi, dan mengkoreksi...